Papan Nama Untuk TPA se Kecamatan Bantul

Papan nama merupakan tanda nama untuk mengetahui suatu tempat atau lokasi tertentu sehingga mudah dikenali oleh orang yang melihat.Selain tanda pengenal, papan nama juga bermanfaat untuk syiar Islam khususnya Syiar Taman Pendidikan Al Qur’an. Tanpa adanya papan nama maka orang-orang akan sulit untuk mengenali/mencari TPA yang dituju.

Mengingat sangat pentingnya sebuah papan nama bagi TPA di kecamatan Bantul, maka Pengurus Badan Koordinasi Taman Kanak Al Qur’an dan Taman Pendidikan AL Qur’an Kecamatan Bantul (BADKO TKA-TPA Kecamatan Bantul) mewajibkan pemasangan papan nama diseluruh TPA se Kecamatan Bantul. Untuk pelaksanaan pembuatan papan nama TPA tersebut dimulai sejak bulan November 2015 dan Alhamdulillah telah selesai pada bulan Januari 2016.

Dalam pembuatan papan nama ini jika ada TPA yang merasa keberatan ataupun kesulitan biaya pembuatanya dapat menghubungi pengurus untuk mendapatkan papan nama TPA gratis. Dengan demikian, selain sebagai tanda pengenal papan nama ini juga sebagai wujud kebersamaan/ toleransi antar TPA.

Kalender BADKO 2016 Sebagai Media Dakwah Informasi

Media syiar islam tak harus lewat pengajian, namun bisa juga lewat media kalender. Menjelang tahun baru masehi 2016, Bidang Data dan Informasi BADKO TKA/TPA Kecamatan Bantul memprogramkan kalenderisasi tahun 2016. Harapanya dapat dijadikan syiar islam dan juga mampu mempererat persaudaraan antar TKA/TPA se Kecamatan Bantul. 

Ahmad Nur Syahid Koordinator Bidang Dakwah mengungkapkan bahwa kalender ini akan kami bagikan gratis kepada Pengurus, Pemerhati, Ustadz/h, Unit TPA-TKA se Kecamatan Bantul, Satuan Kerja Pererabgkat Kecamatan termasuk juga Kelurahan dan kepala Dusun se Bantul, serta sponsor kegiatan Kalender tahun 2016 M. Harapannya selain sebagai media syiar, pembuatan kalender tahun 2016 M ini juga sebagai media informasi kepada masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk kegiatan TKA-TPA se Kecamatan Bantul melalui Rekening BADKO Kecamatan Bantul dengan nomor rekening BNI Syariah 0417161308.

Silaturahmi BADKO Bantul dengan Muspika

Rabu, 2 Desember 2015 bertempat di aula kecamatan Bantul, Pengurus Badan Koordinasi TKA-TPA Kecamatan Bantul menyelenggarakan pertemuan dengan Ibu Camat, KUA, Danramil , Kapolres Bantul bersama derektur TPA se Kecamatan Bantul. Acara yang di gagas oleh Ibu Dra. Endang Rachmawati, MM selaku camat kecamatan Bantul mendapat apresiasi yang hanyat dari seluruh Ustadz di kecamatan Bantul.

Dalam pertemuan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dipaparkan beberapa program kerja Badan Kordinasi TKA-TPA Kecamatan Bantul oleh ketua BADKO TKA-TPA Kecamatan Bantul, saudara Rosyid Hanif Fauzi, S.Kom (saya sendiri). Dalam pemaparan program kerjanya beliau menyampaikan bahwa BADKO TKA-TPA terus berupaya untuk turut seta dalam mewujudkan Bantul yang Agamis.

Dalam acara ini juga di isi dengan sharing atau tanya jawab seputar kegiatan TPA. Hadir dalam acara tersebut adalah Bapak Trubus Trimulyadi selaku sesepuh dari BADKO TKA-TPA Kecamatan Bantul yang memberikan beberapa masukan untuk kemajuan TKA-TPA

Ibu

Engkau laksana lilin kehidupan
yang menerangiku dalam gelap
Meski kau tahu akan terbakar menjadi sirna
Namun cintamu menguatkan segalanya

Tangan dan kaki rela kau korbankan
bukan untuk mengukir namamu
Namun untuk mengukir senyumku
meski kadang itu menyakitkanmu

Engkau menguatkanku
saat rasa begitu menikamku
saat aku merasa dunia tak adil
saat aku menjadi sebait puisi kesepian

Doamu adalah untaian syair-syair indah
Sabdah-sabdah cintamu, serasa bermakna
Melihatmu aku mampu untuk tersenyum,
sejenak melupa rasa sakit yang tertanam

Kau ajarkanku arti rasa syukur
saat aku tertatih dan tak mampu berkata
hingga akhirnya akupun mengerti
sebuah bukti cinta Sang Penguasa Alam

Hari berganti, waktu pun berlalu.
Kisah yang telah kau berikan padaku.
Kan ku bingkai indah
hingga waktupun tak mampu menghapusnya
Terimakasih Ibu Azizah Ratna Utami

Untukmu Pemuda "Refleksi Sumpah Pemuda"

Tanggal 28 Oktober, kita memperingatinya sebagai hari sumpah pemuda. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Sumpah yang di ucapkan para pemuda pada saat itu, yang isinya;
Kami Putra Dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu Tanah Air Indonesia
Kami Putra Dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Yang Satu Bangsa Indonesia

Kami Putra Dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia


Kalimat tersebut mungkin hanya terdiri dari tiga buah kalimat yang mungkin terlihat sangat sederhana bahkan sepele. Namun, jika kita flash back ke belakang, betapa sulitnya pada masa itu untuk membuat sumpah pemda ini guna menyatukan semua pemuda dari berbagai suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda. Subhanallah, betapa hebatnya pemuda Indonesia pada masa itu.

Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Pemuda adalah harapan bangsa. Pemuda adalah masa depan bangsa. Sedemikian pentingnya kedudukan dan peranan pemuda, sampai-sampai Bung Karno berucap,’’ Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” (Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia).

Karena itu pemuda di tuntut aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, atau berinterksi dengan masyarakat sekitar. Kehadiran pemuda sangat di tunggu-tunggu dan dinantikan untuk mendukung perubahan dan pembaharuan bagi bangsa ini.

Tentang aktivitas pemuda, Rosulullah SAW bersabda: “ Sebaik-baik pemuda diantara kamu adalah yang mirip/seperti orang dewasa diantara kamu, dan sejelek-jeleknya orang tua diantara kamu adalah yang seperti pemuda diantara kamu” (HR Baihaqi)

Sejarah membuktikan, pemudalah yang menjadi pendobrak dan penentu jalannya sejarah bangsa. Sebut saja Bung Karno yang pada 1927 mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), saat usianya baru 26 tahun. Bung Tomo yang mengobarkan perang melawan kedatangan kembali tentara Sekutu ke Indonesia pada 10 November 1945 di Surabaya. Saat itu Bung Tomo baru berusia 25 tahun.

Juga ingatkah kita tentang sebuah hadits Rosulullah SAW tentang penakhlukan konstantinopel;

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad)

Penakhluk Konstantinopel adalah Sultan Muhammad II/Muhammad Al Fatih yang menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan menaklukkan Konstantinopel di saat beliau berumur 21 tahun. Beliau merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 peperangan. Di dalam bidang akademik pula, Beliau adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa yaitu Bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau merupakan seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’.

Semangat Sumpah Pemuda nampaknya saat ini belum sepenuhnya merasuk ke dalam jiwa setiap pemuda Indonesia. Suatu komitmen bersama untuk bersatu melawan penjajah, memerangi kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan bidang pendidikan. merenungkan dan mengevaluasi kembali perjuangan bangsa ini. Di mana pada tanggal 28 Oktober 1928 yang silam, para pemuda bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tumpah darah yang satu, bangsa yang satu, bahasa yang satu, yaitu Indonesia.

Para pemuda Indonesia harus bangkit dengan niat yang tulus untuk mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan disegala bidang guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan, dan kemakmuran bangsa dan negara Indonesia. Dengan demikian, memahami dengan baik dan benar akan makna peringatan Sumpah Pemuda adalah modal dasar meneruskan cita-cita bangsa menuju kejayaan Indonesia.


“Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang peduli terhadap bangsanya.”



Santri Kecamatan Bantul Ikuti Temu Akbar dan Penggalangan Dana Palestina

 Sekitar lima ratusan santri Taman Pendidikan Al Qur'an se Kecamatan Bantul berkumpul di Pendopo kecamatan Bantul pada hari Ahad (19/10/2014). Para santri yang rata-rata berusia 6-12 tahun ini akan mengikuti Temu Akbar Santri TKA-TPA se Kabupaten Bantul dan penggalangan dana untuk Palestina di Masjid Agung Manunggal Bantul.

Para Santri yang di dampingi oleh Ustadz/ Ustadzahnya ini mulai berjalan menuju Masjid Agung Manunggal Bantul sekitar 07.45 WIB. Setelah sebelumnya di bagikan atribut yang berupa kokard kecil dan pengarahan oleh Pengurus BADKO TKA-TPA Kecamatan Bantul.

Meskipun koordinasi pemberangkatan menemui berbagai hambatan karena Pengurus Harian yang harus bergabung dengan BADKO TKA-TPA Kabupaten Bantul untuk mempersiapkan acara, namun acara dapat berjalan dengan lancar. Hal  ini tak lepas dari peran dan bantuan dari berbagai pihak antara lain; Mas Muhammad Nur Hidayat dan teman-teman KOKAM Ringinharjo dalam hal pengamanan sepeda dan pengaturan lalu lintas. Juga Ustadzah Titis Janu Wiyamti dari TPA Al Hidayah Niten dkk yg membantu pembuatan atribut Khafilah BADKO Kecamatan Bantul. Selain itu masih banyak lagi teman-teman aktifis dari TKA-TPA se Kecamatan Bantul yang turut serta memberikan bantuanya.

Di masjid Agung Manunggal Bantul, para santri terlihat sangat antusias, utamanya saat diminta memberikan sumbangan sukarela untuk sahabat di Gaza usai mendengar dongeng tentang kisah umat muslim di Palestina yang dibawakan Bambang Bimo Suryono Master Dongeng Nasional

Alhamdulillah, dalam acara yang juga dihadiri Bupati Bantul beserta jajaranya serta Tokoh-tokoh TKA-TPA ini terkumpul dana sekitar 30 juta rupiah. Dana yang berasal dari santri TKA-TPA yang menyisihkan uang jajanya serta dari para donatur nantinya akan  dititipkan perwakilan dari yayasan sahabat Al-Aqsha yang akan diserahkan ke Gaza.


Semoga perkembangan TKA-TPA semakin progresif dan Allah SWT meridhoi langkah perjuangan kita. Aamiin.. Fastabiqul Khairat..

Harapanku di Tahun yang Baru

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu, bulan dan tahun terus berganti, siang berganti malam, malam berganti siang lagi seperti itu yang terjadi. Setiap perubahan waktu selalu menemui sesuatu hal yang baru, sesuatu yang bisa mengundang decak kagum diri sendiri, juga bertemu saat-saat dimana merasa terharu, merasa sedih, ingin menangis. Waktu tetap akan terus berjalan tak akan bisa dihentikan yang bisa dilakukan hanyalah memanfaatkannya sebaik mungkin.

Seiring datangnya Tahun Baru Hijriah, sudah sepantasnya untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri. Mulai bermimpi dan merencanakan hal-hal baru untuk hari esok dan menjadikan mimpi bukan sekadar bunga tidur. Sepotong mimpi adalah angan-angan, yang dengan doa, menjadi cita-cita yang menyihir rasa, memukau untuk dikejar dan dijangkau.

Di tahun yang baru ini harapan terbesarku adalah MENJADI PELITA bagi diri kita sendiri dan orang-orang disekitar. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi. Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda; "Khairunnas Anfa`uhum Linnas", sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat banyak terhadap manusia lainnya. Sebuah prinsip yang sangat sosial dan sangat bagus untuk diterapkan di dalam kehidupan.